Pages

Kamis, 19 September 2013

Permata Hati


PENGALAMAN  SAYA KETIKA MEMBERI HAFALAN SURAT PENDEK PADA ANAK
Oleh: Muslikah Suriah, S.Pd.I.
RA Permata Hati Al-Mahalli Bantul

Saat itu ketika saya masuk di dalam kelas anak-anak masih disibukkan dengan bermain. Ada yang bermain sendiri, ada yang bermain dengan teman-temannya.Salah satu anak ada yang berbisik pada temannya sambil berkata “ Eee ayo kita kita rapikan mainannya, bu guru sudah datang” Tiba-tiba anak-anak serentak mengucapkan assalamu”alaikum Bu guru. Saya tersentak karena ketika itu saya memang belum mengucapkan salam pada anak-anak.Dalam hati saya juga bangga ternyata anak-anak tanpa disuruhpun  mereka sudah otomatis mengucapakan salam ketika ada orang lain bertemu dengan mereka.
 Saya bersyukur Alhamdulillah selama ini pembiasan yang saya tanamkan  kepada mereka  sudah mulai diamalkan dan kelihatan hasilnya.Saya langsung menjawab wa”alaikum salam anak-anak ku sayang. Setelah itu anak –anak berebut untuk duduk dekat bu guru.Biasanya anak yang berangkatnya lebih dulu daripada teman-temannya akan mendapat giliran untuk duduk dekat dengan bu guru.Anak-anakpun kemudian  merapikan duduknya  mulailah  berdoa bersama-sama dengan dipimpin salah sorang anak yang sudah ditunjuk oleh ibu guru.Dengan suasana tenang anak-anak mulai berdoa sesuai dengan pembiasaan yang menjadi kegiatan rutinitas setiap harinya.
Namun belum selesai doa yang kita bacakan tiba –tiba ada salah satu anak yang menangis. Bacakan doa kami hentikan sejenak, saya tanyakan kenapa nak kok menangis.Ternyata  karena dicubit oleh teman yang ada disebelahnya. Setelah suasana tenang kembali bacaan doa kita lanjutkan lagi. Setelah selesai berdoa saya tanyakan kepada anak yang tadinya menangis katanya dicubit oleh Rizki. Selama ini Rizki memang sering sekali membuat keributan di kelas.Pernah suatu hari saya berkunjung di rumahnya untuk menanyakan bagaimana sebenarnya pola pendidikan yang diterapkan di keluarga mereka. Saya berbincang banyak kepada ibunya kebiasaan apa saja yang sering dilakukan di rumah. Panjang lebar ibunya bercerita mengenai kebiasaan anaknya di rumah. Salah satunya adalah bahwa anak tersebut kurang bersosialisasi dengan temen-temannya di rumah, karena keluarga mereka pendatang/kost. Kesehariannya hanya di depan televisi. Biasanya acara yang ditonton adalah film kartun yang menggambarkan tentang kehidupan yang keras, perang-perangan, perkelahian dan yang sejenisnya. Ditambah lagi , dalam mendidik,  ayahnya sering menggunakan kekerasan fisik. Misalnya anak tersebut berbuat kesalahan, sering dipukul, ditampar dll. Berangkat dari situ saya juga hanya prihatin, di jaman sekarang masih ada orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan kekerasan. Karena saya yakin itu akan berpengaruh pada pertumbuhan psikisnya. Jadi memang apa yang saya alami menggambarkan betapa pentingnya pendidikan anak dalam keluarga.Orang tua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikisnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar