PENGALAMAN SAYA KETIKA MEMBERI HAFALAN SURAT PENDEK PADA
ANAK
Oleh:
Muslikah Suriah, S.Pd.I.
RA Permata
Hati Al-Mahalli Bantul
Saat itu ketika saya masuk di dalam
kelas anak-anak masih disibukkan dengan bermain. Ada yang bermain sendiri, ada
yang bermain dengan teman-temannya.Salah satu anak ada yang berbisik pada temannya
sambil berkata “ Eee ayo kita kita rapikan mainannya, bu guru sudah datang”
Tiba-tiba anak-anak serentak mengucapkan assalamu”alaikum Bu guru. Saya
tersentak karena ketika itu saya memang belum mengucapkan salam pada
anak-anak.Dalam hati saya juga bangga ternyata anak-anak tanpa disuruhpun mereka sudah otomatis mengucapakan salam
ketika ada orang lain bertemu dengan mereka.
Saya bersyukur Alhamdulillah selama ini
pembiasan yang saya tanamkan kepada
mereka sudah mulai diamalkan dan
kelihatan hasilnya.Saya langsung menjawab wa”alaikum salam anak-anak ku sayang.
Setelah itu anak –anak berebut untuk duduk dekat bu guru.Biasanya anak yang
berangkatnya lebih dulu daripada teman-temannya akan mendapat giliran untuk
duduk dekat dengan bu guru.Anak-anakpun kemudian merapikan duduknya mulailah
berdoa bersama-sama dengan dipimpin salah sorang anak yang sudah
ditunjuk oleh ibu guru.Dengan suasana tenang anak-anak mulai berdoa sesuai
dengan pembiasaan yang menjadi kegiatan rutinitas setiap harinya.
Namun belum selesai doa yang kita
bacakan tiba –tiba ada salah satu anak yang menangis. Bacakan doa kami hentikan
sejenak, saya tanyakan kenapa nak kok menangis.Ternyata karena dicubit oleh teman yang ada
disebelahnya. Setelah suasana tenang kembali bacaan doa kita lanjutkan lagi. Setelah
selesai berdoa saya tanyakan kepada anak yang tadinya menangis katanya dicubit
oleh Rizki. Selama ini Rizki memang sering sekali membuat keributan di kelas.Pernah
suatu hari saya berkunjung di rumahnya untuk menanyakan bagaimana sebenarnya
pola pendidikan yang diterapkan di keluarga mereka. Saya berbincang banyak
kepada ibunya kebiasaan apa saja yang sering dilakukan di rumah. Panjang lebar
ibunya bercerita mengenai kebiasaan anaknya di rumah. Salah satunya adalah
bahwa anak tersebut kurang bersosialisasi dengan temen-temannya di rumah,
karena keluarga mereka pendatang/kost. Kesehariannya hanya di depan televisi.
Biasanya acara yang ditonton adalah film kartun yang menggambarkan tentang kehidupan
yang keras, perang-perangan, perkelahian dan yang sejenisnya. Ditambah lagi ,
dalam mendidik, ayahnya sering
menggunakan kekerasan fisik. Misalnya anak tersebut berbuat kesalahan, sering
dipukul, ditampar dll. Berangkat dari situ saya juga hanya prihatin, di jaman
sekarang masih ada orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan kekerasan. Karena
saya yakin itu akan berpengaruh pada pertumbuhan psikisnya. Jadi memang apa
yang saya alami menggambarkan betapa pentingnya pendidikan anak dalam
keluarga.Orang tua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik
dan psikisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar