Pages

Kamis, 19 September 2013

Imam Sholat


Imam Sholatku
Sri Utami, guru RA Ar- raihan Bantul, peserta plpg UIN 2013
Sholat merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekolah kami.Selain sebagai bentuk pembiasaan beribadah sejak dini , kegiatan tersebut juga bertujuan ntuk mengenalkan tata cara sholat kepada anak, mengenalkan peralatan- peralatan yang harus digunakan saat melaksanakan sholat( seperti mukena, sajadah,peci), mengenalkan adab-adab ketika sholat dan juga mengenalkan konsep kepemimpinan dengan bergillliran menjadi imam.
Pada suatu hari , ada sebuah kejadian yang membuat kami cukup terharu, senang tapi juga  bingung mengambil sikap.Seperti biasa setelah kegiatan inti dan penutup selesai, kami mengajak anak-anak untuk bersiap-siap untuk melakukan kegiatan latihan sholat. Anak-anakpun langsung menyambut seruan kami, mereka ada yang mengambil mukena, mengambil sajadah dan ada juga yang mulai berdiri membuat shaf.Saat itu ada seorang anak laki-laki yang sudah bingung ingin menjadi imam , kami  padahal  sempat meliha t  jadwal siapa yang bertugas jadi imam.
 “ Bu, saya jadi imam ya buu..ya bu....” kata anak itu berkali-kali sambil nggondeli baju kami.
Saat itu kami belum bisa menjawab permintaan anak tadi. Setelah kami tanyakan jadwalnya siapa yang jadi imam, teernyata bukan gillirannya anak tadi. Dia sudah jadi imam hari sebelumnya.Dengan terpaksa kami tidak mengiyakan permintaan anak tadi meskipun efeknya luar biasa sekali. Aanak tadi menangis meraung-raung sambil memukuli badan kami berkali-kali.tapi meskipun ada insiden seperti ini kegiatan sholat tetap kami laksanakan.dan anak tersebut tetap menangis meskipun kegiatan sholat telah selesai, bahkan sampai dijemput ibunya pun anak tersebut masih tetap menangis.
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sikap kami pada kejadian ini?
Pertama kami ingin menunjukkan kepada anak tentang konsep bersabar atau antri.karena bila kami ijinkan untuk menjadi imam berati kami sudah menyalahi kesepakatan bergiliran yang dah kami buat, selain itu dengan tidak mengiyakan melatih anak untuk bersabar.
Kedua, kami sangat senang sekali, ternyata ada anak yang begitu bersemangat mengikuti sholat, bahkan ingin memimpin teman-temannya.
Maafkan bu guru nak, semoga besok kamu bisa menjadi pemimpin besar yang bijaksana.Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar