Pages

Rabu, 18 September 2013

Contoh Proposal PTK

PENERAPAN STRATEGI PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SKI DI KELAS III MIM I GADING SANTREN, BELANGWETAN, KLATEN
Oleh : SILFIA HERNI RAHMAWATI.
A.    Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terjadi melalui latihan dan pengalaman yang bersifat relatif dan mantap yang mencakup berbagai aspek kepribadian baik fisik maupun psikis.  Belajar sejatinya merupakan poses yang dilakukan sepanjang hidup manusia. Walaupun belajar seiring dengan pelaksanaan proses hidup manusia tetapi hal tersebut tidak tercipta begitu saja melainkan terjadi melalui proses yang disengaja. Proses belajar mengajar yang dilakukan secara formal di sekolah sebagian masih saja menggunakan format lama. Format lama yang dimaksud adalah penggunaan cara-cara belajar mengajar yang bersifat konvensional yaitu pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher centered), kaku dan statis. Hampir tidak ada kesempatan bagi siswa untuk menuangkan kreatifitasnya dan menyampaikan gagasannya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang berlangsung siswa merasa jenuh, kurang termotivasi dan kurang aktif. Termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada bidang Sejarah Kebudayaan Islam.
Sejarah Kebudayaan Islam (tarikh) merupakan pecahan dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dimana dalam pembelajaran SKI menelaah tentang asal-usul perkembangan, peranan kebudayaan atau peradaban Islam dan para tokoh yang berprestasi dalam sejarah Islam pada masa lalu, ternyata masih dianggap tidak menarik oleh sebagian siswa karena dalam pembelajaran yang berlangsung guru menggunakan strategi pembelajaran yang bersifat statis sehingga pemahaman siswa terhadap materi kurang. Terbukti dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Gading Santren, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten dalam pembelajaran yang berlangsung di kelas III. Bahwa dalam proses pembelajaran yang berlangsung guru menyampaikan materi yang cukup bagus akan tetapi pembelajaran berlangsung kurang baik siswa tidak fokus dan guru merasa lelah jika harus mendikte siswa. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung guru juga meminta siswa menanggapi atau sekedar komentar mengenai materi yang diajarkan tetapi siswa banyak yang diam dan acuh terhadap permintaan guru. Dengan keadaan seperti itu siswa tidak memahami sepenuhnya tentang materi yang disampaikan guru, maka tidak heran jika siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran, dan juga membuat siswa kurang aktif dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran SKI. 
Dalam proses pendidikan agama Islam, metode memiliki kedudukan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan. Bahkan metode sebagai seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa dianggap lebih signifikan dibanding dengan materi itu sendiri. Sebuah adigum mengatakan bahwa “At-Thariqat Ahamm min al Maddah” (metode jauh lebih penting dibanding materi). 
Sebagai upaya meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa kelas III pada mata pelajaran SKI perlu dikembangkan model pembelajaran yang tepat, guna menyampaikan berbagai konsep dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertukar pendapat, bekerja sama dengan teman, berinteraksi dengan guru dan merespon pemikiran siswa lain sehingga siswa seperti menggunakan dan mengingat konsep tersebut.
Metode pembelajaran aktif kiranya merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya SKI. Dengan menggunakan metode aktif diharapkan mampu  memberikan motivasi siswa terhadap minat belajar agama Islam khususnya SKI dan juga diharapkan siswa lebih tertarik sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara aktif.
Terkait dengan metode pembelajaran aktif, ada beberapa konsep pendekatan atau strategi dalam pembelajaran oleh beberapa ahli di antaranya adalah konsep Active Learning (AL), Cara belajar siswa aktif (CBSA), Contextual Teaching and Learning (CTL), Cooperative Learning (CL) dan sebagainya. Semua konsep pendekatan atau strategi pembelajaran ini jika diterapkan akan membuat pembelajaran lebih optimal.
Model pembelajaran Aktif pada dasarnya merupakan pembelajaran yang ditujukan untuk membuat siswa lebih aktif sejak awal pembelajaran untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Apabila siswa tidak aktif sejak awal maka kemungkinan besar kepasifan siswa akan melekat seperti semen yang butuh waktu lama untuk mengeringkannya.  Belajar aktif merupakan pembelajaran yang menyenangkan dan mendatangkan banyak manfaat, pembelajaran aktif banyak memiliki tantangan dan menjadikan siswa bekerja keras. Tujuan dari pembelajaran aktif adalah :
1.    Pembentukan Tim : membantu peserta didik untuk lebih mengenal satu sama lain dan menciptakan kerjasama.
2.    Penilaian sederhana : untuk mempelajari sikap, pengetahuan, pengalaman siswa.
3.    Keterlibatan belajar langsung : menciptakan minat awal terhadap belajar.
Jika ketiga tujuan tersebut dapat dicapai, maka dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang melibatkan siswa, meningkatkan kemauan mereka untuk ambil bagian dalam kegiatan pembelajaran aktif dan dapat menciptakan norma kelas yang positif. Salah satu metode pembelajaran aktif yang terkenal adalah puzzle.
Puzzle merupakan pembelajaran yang dapat dilakukan secara individu (mandiri) maupun secara kelompok. Strategi puzzle merupakan bentuk dari peninjauan kembali dari materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk teka-teki yang akan mengundang partisipasi siswa. Puzzle dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung. Kelebihan dari strategi puzzle ini adalah untuk memudahkan siswa dalam mengingat materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dan menimbulkan kerjasama antar siswa. Dalam kelompok ini juga membantu siswa untuk lebih mengenal satu dengan lainnya tanpa membeda-bedakan golongan, dan ras.
Berdasarkan uraian tersebut maka mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Strategi Puzzle untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas III MI Muhammadiyah 1 Gading Santren, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten”.
B.    Rumusan Masalah
Dari Uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
Bagaimanakah efektifitas penerapan strategi Puzzle dalam meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa pada pembelajaran SKI di kelas III MI Muhammadiyah 1, Gading Santren, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten?

C.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
        Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah : 
Untuk mengetahui efektifitas dalam meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa kelas III MI Muhammadiyah I Gading Santren, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten  dalam penerapan strategi Puzzle.
2.    Kegunaan Penelitian
a.    Manfaat teoritis
1)    Hasil penelitian ini dapat memberikan kejelasan teoritis dan pemahaman tentang strategi pembelajaran aktif yaitu strategi Puzzle.
2)    Dapat memperkaya ilmu pendidikan Islam khususnya menyangkut strategi pembelajaran SKI.
b.    Manfaat Praktis
1)    Bagi guru dan calon guru, dapat memperkaya ilmu pengetahuan tentang metodologis pembelajaran SKI pada khususnya dan meningkatkan ketrampilan professional.
2)    Sebagai bahan acuan guru untuk dapat mengembangkan pembelajaran SKI pada khususnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar