Televisi (TV) sangat dekat dengan masyarkat modern baik kalangan anak-anak hingga orang dewasa/tua. Dari sisi ini media TV memiliki peluang yang sangat baik sebagai media pembelajaran bagi masyarakat untuk mendukung dan memfasilitasi belajar spanjang haya (long live learning). Akan tetapi di sisi lain kalau kita lihat acara yang ditayangkan di TV-TV yang ada di Indonesia sebagian besar justru bertolak belakang dari apa yang kita harapkan. Banyak acara-acara TV tersebut yang sering menampilkan tayangan kekerasan, pornografi/aksi, pola hidup yang cenderung hedonistik-materialistik, sikap hidup yang instan dan sebagainya.
Bagaimana sikap dan tanggapan Saudara menyikapi hal tersebut. Tuliskan komentar Anda.
Assalamu'alaikum, Wr.Wb.
BalasHapusSebagai pendidik profesional, kita harus bersikap bijaksana dalam menghadapi fenomena, dan hal ini sangat dibutuhkan peran orangtua dan guru yang harus disamakan. Dirumah orangtua harus memantau tayangan yang dilihat oleh anak agar anak bisa terlindungi dari hal negatif dari tv dan disekolah, guru memberi peran penting menjaga anak supaya tidak menampilkan sikap tercela yang berasal dari tv,jelas guru agama harus mengambil tindakan tegas bagi yang melanggar, dengan tindakan ini minimal dirumah anak terpantau dan disekolah anak terdidik dengan akhlak terpuji. Terima kasih
By Nur fajriansyah Pai E UIN Sunan Kalijaga (absen 25)
Setuju, maka jangan sampai justru orang tua khususnya para ibu jadi TV Maniak (apalagi Sinetron Maniak), maka akan besar kemungkinan anak-anak juga akan ikut.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMana komentarnya, kok belum ada muncul?
HapusAssalamu'alaikum Wr.Wb
BalasHapusmiris memang melihat tayangan televisi yang ada dimasyarakat saat ini,sulit memilah-milah tayangan televisi yang tepat untuk anak-anak pada saat ini. Disini yang memiliki peran paling penting adalah orang tua karena merekalah yang paling dekat dengan anak dan yang lebih bisa memantau anak,namun disisi lain peran guru juga penting terlebih lagi guru agama untuk menanamkan sifat terpuji dan memahamkan pada anak apa saja yang dilarang dan diperbolehkan.Tidak bisa dipungkiri televisi memang sangat menarik dan bagus untuk dijadikan media pembelajaran namun untuk anak tetap harus dipantau oleh orang tua dan bekal dari guru juga penting agar terhindar dari hal negatif.
(Karima Nabila Fajri /PAI E UIN Sunan Kalijaga/13410214/ absen 27)
Assalamu'alaikum wr wb
BalasHapusacara televisi yang ditampilkan saat ini memang kebanyakan berisi perilaku yang kurang mendidik karena sebagian besar stasiun televisi malah lebih banyak menampilkan acara yang tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak. bahkan, acara yang hanya sedikit itu ditamilkan pada waktu-waktu yang ketika itu jarang orang yang menonton televisi. oleh karena itu, sebagai orangtua dan pendidik sebaiknya menanamkan contoh yang baik bagi anak-anak, dengan menjelaskan perilaku terpuji, perilaku tercela, dan bagaimana hukumnya apabila seseorang melakukan tindakan tercela. sehingga ketika anak melihat tayangan di televisi mereka tidak langsung meniru semua perilaku yang ditayangkan, tetapi mereka dapat memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.
(Siti Maryam (13410219)PAI E UIN Sunan Kalijaga (presensi 29)
Assalamu'alaikum wr.wb
BalasHapusMemang saat ini media teknologi berkembang sangat pesat, seperti halnya media televisi. Anak-anak senang melihat tayangan-tayangan yang ada di televisi. Namun dalam hal ini, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak-anaknya untuk mengontrol dan memilih tontonan program acara televisi yang edukatif. Pendekatan kepada anak sangat penting bagi orang tua. Selain itu, guru juga berperan aktif dalam mengembangkan perkembangan otak anak dengan cara memberikan penanaman sifat-sifat terpuji serta memberi pengertian kepada anak perilaku tercela itu tidak baik. Disisi lain, sebagai seorang mahasiswa juga harus bisa memilih secara selektif dan memilah program acara televisi yang dapat menambah wawasan untuk mengembangkan diri dan bersikap kritis serta analitis agar kita bisa mengetahui baik dan buruk setiap kejadian yang terjadi di lingkungan kita. Sehingga kita dapat menempatkan realitas sosial dan media dengan baik. Oleh karena itu, stasiun televisi seharusnya dapat menayangkan program acara TV yang bersifat edukatif agar mampu mengembangkan perkembangan otak, sehingga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
( Nafisah Pradipta Rahmawati / PAI E (13410039 / 03) UIN Sunan Kalijaga )
Assalamu’alaikum wr wb.
BalasHapusMenurut saya, memang tayangan televisi sekarang banyak yang menimbulkan perubahan yang negatif terutama pada anak-anak. Televisi sudah banyak merubah dunia baik dalam segi positif maupun negatif. Pada orang dewasa cenderung mereka bersifat aktif dalam menonton televisi, mereka sudah mampu memilah-milah mana yang baik untuk ditonton dan mana yang tidak, sedangkan untuk anak-anak mereka cenderung menjadi pihak yang pasif dan hanya mampu meniru dari apa yang dia lihat. Tentu saja ini merupakan tanggung jawab orang tua sebagai pihak dewasa yang mendampingi anak-anak ketika melihat tayangan televisi. Orangtua juga menjelaskan bahwa tayangan kekerasan di televisi merupakan rekayasa semata, dan itu tidak patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari, dengan itu maka anak akan mampu bersikap kritis terhadap apa yang dilihatnya. Guru juga dapat menjadi pengontrol dengan memberikan masukan positif tentang apa saja yang dapat dia tiru dari yang dia lihat di televisi. Televisi dapat mengganggu hubungannya dengan sosial seperti teman sebayanya karna hanya terkurung dirumah, maka sebaiknya anak diperbolehkan bermain dengan teman sebayanya agar tidak terpaut dengan televisi dirumah. Sekian, terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr wb.
Fera Nofiana Ambarwati/13410190/PAI E
Assalamu'alaikum, media televisi mempunyai banyak fungsi diantaranya memberikan informasi, dibalik banyaknya fungsi tersebut televisi juga mempunyai pengaruh negatif terhadap masyarakat terutama anak-anak. Peran orang tua memiliki andil yang sangat penting dan berpengaruh tentang masalah ini diluar guru, keluarga dan teman sebaya. Sebagai orang tua harus pintar-pintar mendampingi anaknya dalam menonton televisi dan pintar-pintar memilih acara televisi yang baik dan mendidik.
BalasHapus(Nofi Retnosari/ PAI E/ 13410070) UIN Sunan KAlijaga Yogyakarta)
Assalamu’alaikum wr wb.
BalasHapusSeandainya saja, stasiun televisi bisa memberikan kesempatan untuk menayangkan acara televisi yang bermanfaat dan mendidik, mungkin dampak buruk televisi akan sangat berkurang. Masih banyak tayangan-tayangan bermanfaat yang bisa kita pertimbangkan. Misalnya, acara yang mengupas tuntas budaya dan keindahan Indonesia, acara edukasi baik untuk pelajar maupun masyarakat umum, acara kesehatan, acara keluarga, tayangan inspiratif, tayangan tentang perkembangan dunia, dan lain sebagainya. Kita bisa saja menayangkan acara ini dengan bungkus yang menarik, tentu saja dengan tim kreatif yang memiliki niat yang besar untuk memperbaiki moral para masyarakat. Coba bayangkan, seandainya acara televisi yang saya sebut diatas bisa mendominasi tayangan televisi, tentu saja anak-anak, remaja, dan masyarakat umum akan belajar dari sana. Televisi bisa menjadi sarana bagi orang tua untuk mendidik anaknya. Televisi bisa menjadi tayangan yang menghibur sekaligus mendidik dan menambah pengetahuan. Dengan begitu, moral dan ilmu para khalayak akan meningkat. Sudah saatnya kita memberikan respon yang positif terhadap acara televisi yang bermanfaat dan mendidik. Semakin banyak respon terhadap tayangan itu, semakin berkembang pula tayangan itu. Dengan demikian, televisi akan memperbanyak tayangan yang lebih bermanfaat bagi penontonnya.
(Diah Rusmala Dewi (13410239) PAI E UIN Sunan Kalijaga
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusTayangan televisi akhir-akhir ini banyak yang sudah melenceng dari dunia pendidikan. Kebanyakan channel TV lebih menonjolkan tujuan “menghibur” daripada “mendidik”. Padahal, jika tujuannya itu hanya untuk ”menghibur” maka tayangan tersebut tidak akan memberikan dampak yang berarti. Karena manfaat dari hiburan itu sendiri hanya akan kita rasakan ketika kita sedang menonton saja. Setelah tayangan selesai, mungkin kita akan kembali dibuat stress oleh segudang pekerjaan kita. Hal ini akan berebeda jika acara yang kita tonton itu adalah tayangan yang benar-benar menampilakan nilai-nilai moral yang tinggi. Disamping terhibur, kita juga akan mendapatkan semangat/motivasi untuk kembali mengerjakan rutinitas kita.
Beberapa sinetron yang tayang pada saat jam aktif belajar anak kebanyakan juga kurang mendidik. Nilai moral yang akan ditampilkan sudah terlanjur tertutup oleh adegan-adegan khas remaja ibu kota yang ditontonkan. Saya sangat kasihan dengan guru Bahasa Indonesia. Di sekolah beliau bersusah payah mengajari EYD, tetapi malah dirusak oleh bahasa-bahasa gaul dan jargon-jargon yang ditampilkan melalui sinetron. Itu saja baru bahasanya yang rusak, bagaimana dengan moralnya?? Dan saya sangat setuju dengan pernyataan yang pernah diungkapkan oleh Bp Sukiman, hendaknya penampilan iklan pun harus disesuaikan dengan acara yang sedang berlangsung. Jangan acaranya pengajian tetapi iklan-iklan yang ditampilkan adalah wanita yang tidak menutup aurat. Ini sama saja bohong!
Untuk selebihnya, pengawasan orang tua sangatlah penting ketika anak menonton acara TV. Orangtua harus membantu anak dalam memilih tayangan yang “layak tonton” dan “tidak tonton”. Di samping itu orang tua juga harus membantu anak dalam “meluruskan” maksud dalam tayangan karena bukan tidak mungkin anak akan mengalami “salah persepsi”.
By: Yatini (13410240)
assalamualaikum
BalasHapusperkembangan tekhnologi yang sangat pesat seperti televisi di era modern ini serta adanya globalisasi dikalangan masyarakat sangan berpengaruh terhadap kehidupan di lingkungan masyarakat. salah satunya pada lingkungan sekolah yang melibatkan peserta didik.kita tidak bisa menolak itu karena semua mempunyai tujuan atau dampak positif yang diinginkan dalam menciptakan televisi walaupun disisi lain ada beberapa dampak negatifnya. disinilah peran dari semua pihak baik itu orang tua, para pendidik dan masyarakat untuk mengarahkan dan mengawasi penggunaan televisi pada peserta didik sebagai generasi muda agar mereka menggunakan media televisi ini dengan baik.
dalam sekolah sebaiknya pendidik memberikan tugas kepada peserta didik untuk menyimak berita dalam pelajaran bahasa indonesia misalnya, menyimak ceramah dan menyusun kembali inti dari ceramah tersebut ataupun menyimak tv edukasi sehingga nantinya peserta didik terbiasa dengan tayangan-tayangan yang memang bermanfaat bagi pengetahuan mereka
(muchamad mufid/pai III E/ 13410207)
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
BalasHapusMemang tidak bisa dipungkiri bahwa perkembanganzaman mempengaruhi tayangan televisi. Terutama masuknya hal-hal negatif yang sulit kita berantas. Seakan-akan tanpa adanya hal negative seolah-olah tayangan tersebut bagaikan sayur tanpa garam atau kurang lengkap. Oleh karena itu, pengawasan optimal dan penyaringan tayanganlah yang realistis kita lakukan untuk meminimalisir adanya hal negatif yang masuk dalam tayangan televise. Jangan sampai penikmat televise terutama para peserta didik terkena hal-hal negative yang ada pada tayangan televise. Hal yang terpenting pula selain pengawasan dari guru dan orang tua yaitu menumbuhkan kesadaran peserta didik akan mana hal yang baik untuk diterima dan hal yang tidak baik untuk diterima.
(Harun Ikhwantoro/18/PAI E/13410193)
assalamualikum........
BalasHapusmedia televisi memang sangat riskan apabila dijadikan sebagai media pembelajaran. hal ini terkait banyak sekali hal-hal yang seharusnya tidak pantas untuk ditayangkan. sebagai peserta didik harus pandai-pandai memilah tayangan tersebut antara yang positif dan yang negatif agar tidak slah jalur. memang segala sesuatu tidak lepas dari kelebihan dan kelemahan begitu pula dengan media televisi. seringkali tayangan yang bernuansa pendidikan justru sangat sedikit sekali.
SAHRUDIN ( 13410106) KELAS E/ absensi 7
assalamu'alaikum warohmatulloh..
BalasHapustelevisi memang sangat mempengaruhi pola perkembangan anak didik, dimana pada saat ini anak-anak lebih memilih untuk menonton tayangan televisi daripada bermain, padahal ketika anak melihat tayangan televisi belum tentu tayangan yang dia tonton itu sesuai dengan perkembangannya, apalagi jika kita lihat acara televisi saat ini, jauh dari apa yang kita harapkan. oleh karena itu, peran dari orang tua, guru dan masyarakat sangat dibutuhkan, dimana peran orang tua saat anak berada dirumah, orang tua memberikan arahan dan bimbingan ketika anaknya sedang menyaksikan acara televisi, peran guru memberikan wacana tentang program tv yang bermanfaat bagi siswa dan peran masyarakat yaitu jangan sampai meniru pola hidup/kebiasaan dari acara televisi yang berdampak negatif bagi anak, sehingga perkembangan anak akan lebih stabil.
(Mulat Wahyanti/13410136/11/PAI E)
Assalamualaikum Wr. Wb
BalasHapusSelamat pagi menjelang siang. Mungkin untuk mengomentari artikel diatas saya mempunyai pendapat begini..... argumen saya (Indonesia itu Negara Konsumtif) dalam artian semua yang diproduksi dan dijual diindonesia itu pasti laku...
Mungkin mereka berpikir ngapain menjual acara yang mendidik dan biaya mahal mending lebih baik menjual barang murah keuntungan berlimpah... dengan alasan acara yang beginian ajah sudah laku serta diulang-ulang masih banyak peminatnya ngapain membuat yang baru dan lebih edukatif'...
itu menurut saya (JAKA SISWORO) 13410224 KELAS E/PAI 3
TERIMAKASIH
WASSALAMULAIKUM WR.WB
Assalamu'alaikum wr. wb.
BalasHapusMenurut hemat saya, semua itu dihambat oleh pihak-pihak yang terkait (baca: pemerintah). Banyak pihak yang hanya mengincar profit saja, sehingga acara-acara yang bersifat edukatif tidak mampu memberikan keuntungan yang banyak bagi pihak yang membuat.
GANIS AGIL RAMADHAN 13410141 KELAS E/PAI 3
Ada saran mas baik untuk Pemerintah, Pengelola TV maupun warga masyarakat?
HapusUntuk warga masyarakat, sebaiknya menjadi penonton yang cerdas, cerdas di sini yaitu cerdas memilih acara-acara yang lebih ada manfaatnya ke depan, bukan acara seperti infotainment atau sinetron. Jadi acara tersebut akan rating acara tersebut turun karena tidak banyak yang menonton, walhasil akan hilang dengan sendirinya. Dan akan lebih banyak acara-acara yang berkualitas yang bermunculan
Hapusassalamualaikum,,
BalasHapussalam hebat untuk kita semua
dewasa ini TV seperti makanan bagi masyarakat, seakan-akan hidup tanpa TV tidaklah berwarna. itu karena siaran TV menampilkan acara-acara yang diminati oleh kebanyakan masyarakat. bila masyarakat lebih suka acara nyanyi, lawak, dan lain-lain, maka program acara akan menampilkan lebih banyak tayangan seperti itu. namun, bila masyarakat lebih tertarik dengan informasi cerdas dan bermanfaat, maka acara TV pun akan berubah haluan, jadi siapa yang masi suka nonton Tv dengan acara lawak atau nyanyi saja?
mahasiiswa identik dengan DEMO. karena menganggap dirinya sebagai Agen Of Chage...
masih hangat demo mhasiiswa kita tolak kenaikan BBM, coba deh sekal-kali DEMO tentang acara TV yang tidak mendidik, seru juga kan? :)
(sri shafiyyah aini anisa, 13410217)
Perhatian:
BalasHapuspara mhs yg belum memberi komentar silahkan segera memberikan komentar meski singkat. Bagi yang tidak membrikan komentar tdk akan mendapat nilai dari poin ini.
Dosen Pengampu
assalamu'alaikum
BalasHapussalam sejahtera untuk kita semua.
menanggapi tulisan bapak diatas, memang televisi itu bagaikan buah simalakama. disisi lain TV merupakan media yang sangat baik untuk pendidikan tapi dilain sisi TV merupakan sebuah bisnis dimana menghitung untung rugi yg tidak memikirkan efek atau akibat dari sebuah tayangan yg disiarkan. oleh katena itu kita tidak bisa menyalahkan seratus persen tayangan TV tersebut, tetapi sebagai calon guru dan calon orang tua. kita juga harus pintar-pintar menjadi penyaring untuk anak didik kita maupun anak kita sendiri. sebenarnya acara televisi kalau kita amati mempunyai pola jadwal masing-masing. dimana acara anak-anak terjadwal pagi dan sore. acara remaja setelah maghrib dan acara orang dewasa siang setelah duhur dan malam hari. kalau kita sudah bisa mengetahui sebuah pola acara televisi bukan hal yang sulit untuk menyaring anak-anak agar menonton acara yang tepat untuk mereka. dan juga pembatasan dan pendampingan adalah hal terbaik.
(Novianti Dyah Ayu Widiastuti 13410235)
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusMemprihatinkan memang ketika menonton tv di jaman sekarang ini, acara tv semakin tidak mendidik para penontonnya termasuk anak-anak. Peran orangtua pun sangat dibutuhkan untuk mengarahkan anak-anaknya ketika menonton televisi, selektif ketika memilih tayangan, dan berusaha menjelaskan tayangan mana yang baik dan tayangan mana yang tidak pantas untuk ditonton. Selain itu guru disekolah juga dapat memberikan pencerahan tentang mana tayangan televisi yang berisi edukasi, sehingga para peserta didik bisa berfikir tayangan mana yang seharusnya mereka lihat.
Fetty Farhany-13410221-PAI E–Absen 31
Masyarakat dapat melakukan proses belajar sepanjang hayat (long life education), yakni proses belajar segala aspek kehidupan yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Salah satunya melalui media TV, memberikan kesempatan kepada setiap individu maupun masyarakat untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan. Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari masyarakat hampir disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak remaja maupun orang dewasa sekalipun. Manfaat yang diberikan televisi juga berpengaruh besar dalam kehidupan manusia. Dalam bidang pendidikan, televisi yang menyiarkan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih cepat. Mengapa? Karena manusia lebih menyukai hal-hal yang memiliki unsur audio (suara-suara yang menarik) dan visual (gambar-gambar bergerak dan penuh warna) dibandingkan dengan buku pelajaran, rekaman, dan sebagainya. Selain itu, dalam bidang penyaluran informasi, televisi dapat menyalurkan beragam informasi menarik bagi para penonton, seperti berita terkini (kondisi jalanan, keadaan suatu peristiwa), keadaan ekonomi dan politik, iklan, acara-acara besar, dan sebagainya. Dalam bidang hiburan, televisi sering menyiarkan berbagai acara yang dapat menghibur penonton dan mengisi waktu luang, seperti film-film bioskop, sinetron, reality show, lagu (video klip suatu lagu), dan sebagainya.
BalasHapusMenonton acara televisi sebenarnya sangat baik bagi anak-anak, remaja dan orang dewasa, dengan catatan apabila menonton televisi tersebut tidak berlebihan, acara yang ditonton sesuai dengan usia, dan bagi anak-anak adanya kontrol/pengawasan dari orang tua. Namun kenyataan yang terjadi, banyak dari anak-anak menonton acara yang seharusnya belum pantas untuk ia saksikan serta kebiasaan menonton televisi telah menjadi kebiasaan yang berlebihan tampa diikuti dengan sikap yang kreatif, bahkan bisa menyebabkan anak bersikap pasif.
Bagi anak-anak, kebiasaan menonton televisi bisa mengakibatkan menurunnya minat baca anak-anak terhadap buku, serta masih banyak lagi dampak negatif lainnya jika dibandingkan dampak positifnya yang hanya sedikit sekali. Anak-anak cenderung lebih senang berlama-lama didepan televisi dibandingan harus belajar, atau membaca buku.
Jika kita melihat acara-acara yang disajika oleh stasiun televisi, banyak acara yang disajikan tidak mendidik malahan bisa dakatakan berbahaya bagi anak-anak untuk di tonton. Kebanyakan dari acara televisi memutar acara yang berbau kekerasan, adegan pacaran yang mestinya belum pantas untuk mereka tonton, tidak hormat terhadap orang tua, gaya hidup yang hura-hura (mementingkan duniawi saja) dan masih banyak lagi deretan dampak negatif yang akan menggrogoti anak-anak yang masih belum mengerti dan mengetahui apa-apa. Mereka hanya tahu bahwa acara televisi itu bagus, mereka merasa senang dan terhibur serta merasa penasaran untuk terus mengikuti acara demi acara selanjutnya. Sudah sepatutnya orang tua menyadari hal ini, mengingat betapa besarnya akibat dari menonton televisi yang berlebihan.
Jadi, kita sebagai calon guru sekaligus calon orang tua pinta-pintar memilih acara televisi, dan upayakan ketika ada waktu luang menyempatkan untuk mendampingi anak-anak kita tatkala menonton acara televisi. Walaupun pada acara televisi biasanya sudah ada keterangan untuk penikmat tayangan, seperti BO (Bimbingan Orang Tua), RBO (Remaja Bimbingan Orang Tua), dan dewasa. Perlunya peran pemerintah untuk mengeluarkan UUD mengatur program TV dan juga etika tayangan iklan pada televisi. Dan lebih utamanya kita dapat memanfaatkan media televisi untuk kebaikan, tidak malah menyalahgunakan apalagi sampai terbawa arus negatif televisi. Maka, jadilah penonton acara televisi yang baik!
Yogyakarta, 15 Desember 2014
DINI FAUZIYATI (13410035)
PAI III E
FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Assalamu'alaikum wr. wb.
BalasHapusTelevisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari hampir disegala jenjang usia, baik oleh anak-anak remaja maupun orang dewasa sekalipun. Menonton acara televisi sebenarnya sangat baik bagi anak-anak, remaja dan orang dewasa, dengan catatan apabila menonton televisi tersebut tidak berlebihan, acara yang ditonton sesuai dengan usia, dan bagi anak-anak adanya kontrol/pengawasan dari orang tua. Namun kenyataan yang terjadi, banyak dari anak-anak menonton acara yang seharusnya belum pantas untuk ia saksikan serta kebiasaan menonton televisi telah menjadi kebiasaan yang berlebihan tanpa diikuti dengan sikap yang kreatif, bahkan bisa menyebabkan anak bersikap pasif. Selain itu kebanyakan dari acara televisi memutar acara yang berbau kekerasan, adegan pacaran yang mestinya belum pantas untuk mereka tonton, tidak hormat terhadap orang tua, gaya hidup yang hura-hura (mementingkan duniawi saja) dan masih banyak lagi deretan dampak negatif yang akan menggerogoti anak-anak yang masih belum mengerti dan mengetahui apa-apa. Sudah sepatutnya orang tua menyadari hal ini, mengingat betapa besarnya akibat dari menonton TV.
Wassalamu'alaikum wr.wb
DITA PROBO SUSANTI (13410205)
PAI III E
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMana komentarnya, kok di hapus?
Hapusassalamualaikum wr.wb
BalasHapusdewasa ini memang media tv adalah media yang paling efektif untuk membantu proses belajar pada peserta didik. Tetapi kenyataanya acara edukasi di tv malah kurang banyak peminatnya dan bahkan kalaupun ada acara edukasi di tv tampilan dari acara tersebut kurang menarik bagi peserta didik bahkan mungkin bagi guru sekalipun
catur prastyo 13410143
assalamu'alikum wr.wb
BalasHapuskomentar pendek dari saya..mengutip kata-kata mantan presiden kita Pak SBY,
" saya prihatin "
sebuah ungkapan pendek yg bisa saya berikan untuk pertelevisian di indonesia. moral anak-anak hancur karenanya.anak sd tau pacaran karena apa?televisi..anak smp senang tawuuran karena apa?televisi..berapa banyak acara edukasi dalam sehari?berapa banyak acara hiburan tak mendidik yg tayang dalam sehari?anak kecil jaman sekarang hafal lagu dangdut! parahnya mereka bahkan bisa joget-joget gak jelas yg sekarang lg trend! mereka pikir itu keren?mereka pikir itu trend? TIDAK!
saya berpikir itu kemunduran..kemundran generasi yang hancur karena televisi. sya berharap kedepan acara tv di indonesia kian membaik, guna kepentingan para penerus generasi bangsa.amin..
untuk kemajuan pertelevisian Indonesia, alfaatihah....
Muhammad Faruq Amna
13410227
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
BalasHapusMelihat tayangan televisi saat ini kebanyakan acara-acaranya menunjukkan pola hidup hedonis dan tidak mendidik. Namun, tayangan televisi yang seperti itu justru banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bahkan anak-anak pun ikut menontonnya. Hiburan memang perlu sekali-sekali, tetapi sifat konsumtif manusia yang tidak pernah merasa puas, ketika dia merasakan hal yang menyenangkan maka ia akan mengulanginya lagi dan lagi, seperti menonton acara hiburan di televisi. Sebenarnya masih ada acara-acara televisi yang mendidik, hanya saja masyarakat khususnya remaja dan anak-anak lebih tertarik dengan acara televisi yang kurang bermanfaat, bahkan dapat merusak pola pikir mereka. Disini, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi, mamantau dan mendidik anak-anak mereka.
Untuk memulai suatu perubahan, dimulai dari diri kita sendiri, sebagai penerus bangsa dan calon pendidik. Saya pernah mendengar, apa yang kita lakukan sekarang akan mencerminkan 5 tahun kita ke depan, jadi tidak menutup kemungkinan usaha kita yang kita lakukan saat ini berpengaruh kepada masa depan kita, entah itu kepada diri sendiri, anak, maupun orang di sekitar kita.
Isti'aanatul Mustaghfiroh (13410209)
Assalamu’alaikum wr. wb.
BalasHapusBagus memang dengan adanya tv semua informasi akan mudah sampai kepada masyarakat, andaikan dimanfaatkan sebagai media pendidikan mungkin hasilnya akan berdampak baik terhadap para pemirsa terlebih para peserta didik, namun realitanya tidak seperti itu karena mayoritas stasiun tv lebih banyak menayangkan program yang bersifat hiburan, karena mungkin ini lebih menguntungkan mereka (TV swasta), karena program hiburan yang menarik akan menyedot produsen untuk menaruh iklan di stasiun tv mereka. Lain halnya dengan program pendidikan yang memperoleh porsi siaran yang relatif sangat kecil karena mungkin mereka menganggap program pendidikan kurang mampu mendatangkan pendapatan bagi mereka.
(Miftahul Aziz/PAI-E UIN Sunan Kalijaga/13410062)
Assalamu'alaikum wr.wb
BalasHapusmedia tv memang merupakan media yang efektif untuk pembelajaran tetapi itu hanya untuk tayangan televisi yang edukatif. Namun dalam kenyataan sekarang seorang guru berusaha keras mendidik siswanya, tetapi justru tayangan televisi saat ini malah merusak moral dan pola pikir anak . Peran guru serta orang tua sangatlah penting. seorang guru harus sering memberi nasehat kepada siswanya terhadap tayangan yang seharusnya mereka konsumsi sesuai umur mereka. Dan peran orang tua harus selalu mengawasi dan menasehati anaknya. Terkadang waktu penayangan di tv tidak sesuai , sehingga waktu yang harus digunakan anak untuk belajar malah digunakan untuk melihat tayangan tv.
Sofiatul Azizah
13410148
TV memang media yang paling mudah mempengaruhi pikiran orang yang menonton tayangan di dalamnya. Padahal, acara-acara di TV sekarang kebanyakan kurang mendidik. Oleh karena itu, guru harus meminimalisir agar murid-muridnya tidak terpengaruh tayangan-tayangan yang kurang mendidik tersebut, yaitu dengan pendekatan kepada orang tua dan murid. Pendekatan kepada orang tua adalah untuk mengarahkan dan atau mendampingi anak-anaknya saat menonton TV. Sedangkan pendekatan kepada murid untuk memberikan pengarahan langsung, guru juga bisa saat di dalam kelas membahas acara tv (yang mendidik) yang telah ditonton. Namun, kenyataannya untuk mengarahkan atau menasihati anak agar tidak menonton acara-acara tertentu masih sulit karena rasa penasaran si anak dan acara-acara yang kurang mendidik tayang pada jam-jam saat mereka bersantai dan berkumpul dengan keluarga.
BalasHapus(Melya Dwi Astuti/Abs.10/NIM.13410126)
Pengumuman:
BalasHapusBagi para mahasiswa yang belum memberikan komentar diberi kesempatan hingga hari Rabu, 17 Desember 2014 jam 24.00. Komentar Saudara merupakan bagian dr portofolio Saudara.
Dosen Pengampu
Assalamu'alaikum
BalasHapusMedia televisi tidak dapat sepenuhnya dianggap buruk, dilihat dari berbagai sisi televisi juga memiliki beberapa sisi positif, seperti televisi selalu menyajikan berita up to date, yg tentunya membuat masyarakat tidak akan ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada masyarakat secara cepat, bagi masyarakat akan menyegarkan otaknya dengan program yang ditonton seperti acara komedi, serta beberapa penelitian mengatakan, bahwa seorang anak yg sering menonton televisi memiliki wawasan yg lebih luas di banding anak-anak yg tidak menonton tv karena ada juga beberapa stasiun televisi menggarap tema edukatif seperti menyiarkan film documenter sejarah, flora fauna, sains. namun dibalik sisi positif terdapat juga beberapa dampak negatifnya. disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan oleh anak untuk mengawasi, menemani, bahkan sampai membatasi program-program tv apasaja yang boleh di tonton oleh anak. pemerintah pun sebenarnya memiliki beberapa peran penting seperti membatasi tayangan-tayangan televisi, misalnya 40% tayangan harus bersifat edukatif, sedangkan sinetron dan infotaiment masing-masing hanya boleh 20% dan 5% saja.
Anisa Caturini 13410213 absen 26
Assalamu'alaikum, Wr.Wb.
BalasHapussalam sejahtera bagi kita semua.
yang harus dipertanyakan dan menjadi tanda tanya besar adalah, mengapa media TV yang memiliki peluang sangat baik sebagai media pembelajaran bagi masyarakat untuk mendukung dan memfasilitasi belajar spanjang hayat (long live learning), malah menjadi ajang menampilkan tayangan kekerasan, pornografi/aksi??
amat banyak alasan yang melatarbelakangi pertanyaan rumit diatas, mulai dari faktor pembodohan publik dari suatu oknum yang menginginkan hal tersebut, pengejar materi yang ingin memperkaya dirinya sendiri, dan masih banyak faktor lain yang melatarbelakangi hal tersebut.
maka dari itu, itulah tugas kita sebagai calon pendidik yang seharusnya meluruskan moral para siswa di era global ini yang kebanyakan telah menjadi korban TV dan tidak ada pekerjaan terpenting lainnya selain menyambah TV, bahkan hingga melupakan ibadah dan urusan akhirat, na'udzubillah .. wallahu a'lam bishawab ..
billahi fissabililhaq. wassallammua'alaikum wr. wb.
Satrio Priyambodo Utomo 13410222
HapusKita harus ingat dan sadar, pada masa penjajahan Belanda dan Jepang masyarakat Indonesia dibuat bodoh agar bisa dibodohi. Dengan kondisi masyarakat yg demikian maka akan dengan mudah kekayaan baik alam maupun budaya yg dimiliki bangsa Indonesia bisa mereka kuasai dan ambil. Akankah hal itu terulang lagi tentu dengan wajah dan penampakkan yang berbeda, tetapi esensinya sama.
HapusTelevisi memang sangat berpengaruh pada pendidikan anak, dan sudah dapat dipastikan setiap rumah pasti sudah mempunyai televisi. Di dukung pula dengan kegemaran anak dalam menonton televisi, banyak tayangan –tayangan yang seharusnya tidak boleh di tonton oleh anak-anak. Kita sebagai calon guru hanya bisa memberikan nasehat dan arahan-arahan agar tidak terlalu sering menonton televisi dan menonton hanya hal-hal yang berbau pendidikan. Atau dengan memberikan tugas rumah agar anak tersebut teralihkan dari televisi. dalam hal inni peran orang tua lah yang paling penting, orang tua yang selalu mendampingi anak, karena sebagian waktu anak di gunakan di rumah dan di sekolah hanya beberapa jam.orang tua seharus nya dapat memberikan batasan waktu pada anak untuk menonton televisi. Jadi dalam hal ini antara guru dan orang tua saling berkompromi. siti barokah 13410139
BalasHapusAssalamu'akum wr.wb
BalasHapusmenurut saya, media televisi memang bisa berperan sebagai sarana media pembelajaran dan juga dapat memfasilitasi belajar spanjang hayat (long live learning). nah akan teteapi pada kenyataannya media TV memiliki banyak dampak negatif bagi karakter anak. Apa yang dikemukakan oleh Pak Sukiman memang benar adanya, banyak acara-acara TV tersebut yang sering menampilkan tayangan kekerasan, pornografi/aksi, pola hidup yang cenderung hedonistik-materialistik, sikap hidup yang instan dan sebagainya. Semakin kesini malah semakin banyak acara yang tidak mendidik.
Maka dari itu, peran dari KPI saja tidaklah cukup guna menyelamatkan dunia pertelevisian di Indonesia serta karakter Indonesia, Kita sebagai calon guru hendaknya mengambil pelajaran dari sini, agar kelak kita bisa menyelamatkan karakter anak Indonesia, agar memilik karakter ya terpuji. Jika dikaitkan dengan kurikulum 2013 yang berorientasi pada pendidikan karakter, maka saya sangat tidak setuju apabila kurikulum ini dicabut.
Karena dari karakter yan baik, maka juga akan dapat memajukan negera kita, Republik Indonesia.
visit my blog, http://robbiymb.blogspot.com/
billahi fissabililhaq, fastabiqulkhairat. Wassalamu'alaikum wr.wb
Robbiy Maula Betaraya (13410202)
assalamualaikum.wr.wb.
BalasHapusMeemang.. jaman sekarang acara tv banyak yang merusak moral apabila ditonton tanpa ada arahan dan bibbingan. Namun, banyak juga acara tv yang mendidik dan bermanfaat. Karna film virus kurang mendidik sudah tersebar luas dan menjadi candu pada anak-anak, maka orang tua seharusnya mendampingi dan mengarahkan . Mana yang boleh dan tidak boleh diikuti sehingga anak tidak terpengaruh oleh nilai-nilai negatif dalam acara tv. Tv juga merupakan media yang sangat efektif dalam pembelajaran, namun seringkali acara yang bermanfaat seringkali tergeser oleh acara seperti kartun, sinetron , gosip yang tidak menambah pengetahuan penonton. disinilah tugas pendidik, bagaimana caranya agar anak didik libih bisa tertarik pada acara yang bernilai positive lebih baik lagi bila diajak "nobar" di kelas dan setelahnya berdiskusi, insyaallah hasilnya akanlebih efektif. Untuk film kartun yang tayang setiap hari di tv, melarang anak agar tidak menonton bukanlah cara yang tepat, bila kondisi ekonomi memungkinkan, orangtua bisa memasang tv kabel yang acara nya bisa dipilih, sehngga kartun yang akan tayang merupakan kartun yang bernilai adukasi tinggi.
Rahma Ramadhani . PAI E . 13410208
Assalamualaykum Wr. Wb.
BalasHapusMemang acara TV di Indonesia saat ini kebanyakan tidak mendidik. Padahal TV merupakan media yang sangat menarik, tetapi saat ini tayangan di TV banyak menayangkan tayangan yang negatif yang hanya menampilkan hura-hura seperti live show yang saat ini sedang marak dan ironisnya jam tayangnya pun bersamaan dengan jam belajar. Sehingga banyak menyita waktu peserta didik. Selain itu hampir setiap waktu dan hampir semua stasiun TV menayangkan acara-acara live show yang kurang mendidik tersebut serta acara infotainment yang membahas kehidupan selebritis yang penggemarnya kebanyakan ibi-ibu. Sosok yang berperan penting dalam mengarahkan putra-putri nya ini seharusnya menyaksikan tayangan yang sifatnya mendidik sehingga dapat melaksanakan lperannya dengan baik. Karena akibat dari kebiasaan ibu-ibu yang suka menonton acara gosip dan diikuti putra-putrinya tersebut seringkali menyebabkan sang anak lebih paham dunia selebritas daripada dunia pendidikan.
Sementara itu, acara TV yang sifatnya mendidik tidak dikemas secara apik sehingga siswa kurang tertarik dengan acara tersebut. Di luar negeri sana ada sebuah stasiun televisi yang menayangkan acara pendidikan. Stasiun TV tersebut bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mendistribusikan materi pembelajaran sesuai jenjangnya. Kemudian materi tersebut diolah sedemikian rupa oleh stasiun televisi untuk menjadikannya lebih menarik. Materi tersebut dibuat skenario dengan menggunakan alat peraga sederhana. Manfaatnya pun sangat luar biasa karena yang belajar disini bukan hanya siswa yang menyaksikan tayangan tersebut tetapi juga crew yang bekerja di dalamnya. Karena sebelum mereka mengkonversiakan materi tersebut menjadi skenario, mereka harus mempelajari materi tersebut. Guru disana juga berpaeran penting karena dalam pembelajarannya, peserta didik diwajibkan menyaksikan acara-acara pada stasiun televisi tersebut pada jam-jam tertentu. Hal ini juga sangat relevan dengan model pembelajaran disana yang menggunakan e-learning.
Sayangnya di Indonesia belum ada stasiun televisi yang menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mendistribusikan materi pembelajaran. Selain itu kendalanya juga karena kurangnya minat promotor. Pemerintah, pendidik dan stasiun televisi harus lebih aktif dan kreatif lagi untuk bekerja sama dalam memanfaatkan media televisi ini sebagai media pembelajaran dalam dunia pendidikan.
Wassalamualaykum Wr. Wb.
Dzihan Farkhiyah
13410220
Assalamualaikum wr. wb
BalasHapusMenurut saya, hampir semua program televisi dinegara kita sudah tidak layak tonton, walaupun masih ada program yang layak tonton. Televisi bak magnet yang mampu menarik perhatian masyarakat indonesia dengan tayangan-tayangan yang tidak mendidik, masyarakat dibuat seperti patung yang hanya diam melihat pertunjukan yang ditampilkan dilayar televisi tanpa memikirkan dampak menonton acara tersebut, seperti kata bang iwan, yang penting "Asyiiik" dalam lagunya yang berjudul Bento. Mayoritas masyarakat indonesia menjadikan televisi sebagai sarana melampiaskan perasaan, baik itu rasa sedih, rasa senang, rasa bosan, rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi, lagi-lagi lirik lagu bang iwan.. Mereka (masyarakat penggemar tivi) menganggap bahwa dengan menonton televisi maka persoalan apapun yang dihadapinya mampu terlampiaskan, padahal dengan menonton televisi (acara yang tidak mendidik) maka persoalan baru akan ia hadapi.
Sebagai contoh permasalahan mengenai Stess seseorang. dalam sinetron atau acara televisi, ditampilkan adegan-adegan seseorang melampiaskan masalahnya dengan cara yang salah, seperti ngebut-ngebutan dijalanan, minum minuman keras, dan cara-cara salah lainnya. maka dengan begitu mampu mendoktrin si penonton untuk melakukan hal yang sama ketika ia menghadapi permasalahan.
Lain halnya dengan program acara yang mendidik, seperti ceramah, pengetahuan tentang alam, berita nusantara maupun mancanegara, olahraga, dan lain sebagainya. acara-acara seperti ini memberikan Ilmu, wawasan, dan informasi baru bagi penikmat acara televisi, sehingga mampu membentuk karakter masyarakat yang berwawasan luas serta berilmu.
Oleh karena itu, kita harus menyelamatkan generasi muda negara kita dengan membimbing anak-anak melalui pengetahuan dan pemahaman yang benar. memonitoring apa-apa yang ia tonton dan memberikan tauladan yang baik. agar para generasi muda kita tidak larut dalam keterpurukan acara pertelevisian di negara Indonesia.
Minan Zuhri , PAI E , 13410225
Terimakasih
Wassalamualaikum wr. wb
Assalamu'alaikum Wr.Wb. . . . . . .
BalasHapuspro dan kontra media televisi memang tidak bisa di pungkiri lagi pada era modern ini, karena di satu sisi media televisi sangat berguna bagi proses pembelajaran karena media televisi itu sendiri merupakan media yang sangat ampuh (a powerful medium) dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat secara serempak. Televisi juga mempunyai daya jangkau yang luas dan mampu meniadakan batas wilayah geografis, sistem sosial, politik dan budaya masyarakat di Indonesia khususnya. Namun jika kita melihat acara-acara yang disajikan oleh stasiun televisi, banyak acara yang disajikan tidak mendidik malahan bisa dikatakan berbahaya bagi anak-anak untuk di tonton. Karena sebagian besar media hanya mementingkan “ratting” dan daya jual dari suatu program saja, sehingga nilai-nilai pendidikan sedikit terabaikan. Inilah yang menjadi pokok permasalahan di zaman teknologi dan informasi saat ini. Kebanyakan dari acara televisi memutar acara yang berbau kekerasan, adegan pacaran yang mestinya belum pantas untuk mereka tonton, tidak hormat terhadap orang tua, gaya hidup yang hura-hura (mementingkan duniawi saja) dan masih banyak lagi deretan dampak negatif yang akan menggrogoti anak-anak yang masih belum mengerti dan mengetahui apa-apa. Oleh karena itu perlu adanya peranan orang tua sebagai sebagai filter efek negatif yang di timbulkan dengan adanya media televisi itu sendiri.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Endar Riyanti (13410228)
Assalamualaikum
BalasHapusTelevisi pada dasarnya adalah media komunikasi berupa suara dan pengelihatan yang berfungsi sebagai media informasi. Di Indonesia kenapa sebagian besar acara televisi menampilkan hal-hal yang tidak sesuai dengan pendidikan yang semestinya. Apa yang di tayangkan di televisi bisa saja menunjukan kriteria dan yang sedang terjadi di negara tesebut. Dalam menonton televisi dewasa ini sebaiknya untuk anak-anak di dampingi orang tua. Orang tua memilihkan acara apa yang sebaiknya ditonton sesuai dengan kebutuhan anaknya. Karena tayangan televisi yang berkaitan dengan edukasi di Indonesia ini kurang menarik dan masih sedikit, lebih banyak tayangan untuk orang dewasa atau tua. Apa yang ditayangkan di televisi karena adanya orang-orang di belakang atau kru, yang saya tau tim yang paling berpengaruh dalam penayangan acara adalah tim kreatif. Jadi sebaiknya tim kreatif lebih bisa memilah acara apa yang akan ditayangkan ditelevisi sesuai dengan kebutuhan masyaraka yang mendidik yang dapat menjadi pembelajaran dalam kehidupan. Karena televisi adalah media informasi ilmu yang semua orang, kalangan dapat melihatnya dan memilihnya. Sebagai warga yang baik mari kita buat hal-hal yang positif yang dapat diberitakan menjadi hal yang baik bermanfaat. Mari kita ubah tayang televisi Indonesia menjadi lebih baik dan terus maju....
Wassalamualaikum
by:
Febri Pratama K / 13410107 / E
assalamu'alaikum wr wb
BalasHapusMelihat tayangan televisi televisi zaman sekarang memang saya rasa lebih banyak tayangan-tayangan yang tidak bermutu dan kurang mendidik daripada tayangan yang mengandung nilai edukasi, bahkan tidak jarang menampilkan tayangan yang terkesan merusak akhlak generasi penerus, khususnya anak-anak yang belum bisa menyaring informasi yang mereka dapatkan dari televisi, dan justru tayangan yang seperti itulah yang paling banyak diminati, miris memang.
Namun televisi adakalanya baik dan bermanfaat untuk pembelajaran ketika dipergunakan dengan bijak, tetapi televisi juga dapat menjadi sesuatu yang kurang baik atau bahkan buruk ketika digunakan oleh orang yang tidak bijak memanfaatkan televisi, baik dan buruknya televise tergantung pada penggunanya, apabila penggunanya adalah orang yang baik, televise akan menjadi salah satu media belajar yang bagus untuk digunaan. Tetapi apabila yang menggunakan adalah orang yang kurang bijaksana, televise akan menjadi tontonan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Maka melihat dari apa yang terjadi sekarang, seorang pendidik atau khususnya para orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas tayangan yang di saksikan sang anak, orangtua harus mengawasi tayangan yang dilihat bagi anak-anaknya yaitu diantaranya dengan mendampingi anak ketika sang anak sedang nonton televisi atau dengan membatasi waktu-waktu tertentu yang boleh digunakan untuk menonton televisi, tidak hanya orangtua saja yang bertanggung jawab dalam hal ini, namun pihak produksi televisi yang menampilkan tayangan tidak baik berhak menerima kritikan keras atau bahkan diberikan sangsi bila memang hal itu akan membuat tayangan televisi di indonesia ini lebih bagus lagi.
wassalamu'alaikum wr wb
laila nuri safaah (13410236)
Assalamualaikum Wr. Wb.
BalasHapusMemang siaran tv sangat cepat pengaruhnya bagi pemirsanya. Karena hampir di setiap keluarga di Indonesia menjadikan TV sebagai media hiburan yang sangat diminati. Namun karena kepentingan laba iklan komersil dan sebagainya banyak media tv yg berlomba-lomba menarik minat masyarakat untuk menonton. Misalnya dengan tayangan yang tidak mendidik, kekerasan maupun pornografi/aksi tanpa memperhatikan akibatnya bagi pemirsanya. Kurangnya pengawasan membuat siaran tv memakan korban . Contohnya tayangan gulat beberapa tahun lalu. Walau demikian ada juga tayangan tv yang mendidik tapi itu jumlahnya sangat sedikit dan peminatnya juga sedikit. Sebenarnya baik tv dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan efisien. Sehingga tv tidak hanya menjadi tontonan tapi juga tuntunan. Oleh karena itu, perlu pengawasan yang baik dari lembaga terkait terhadap tayangan tv tersebut. Dan memberi sanksi yang tegas untuk yang melanggar supaya mengurangi tayangan yang tidak mendidik. Disamping itu, peran orangtua sebaiknya mengawasi dan membiasakan anak menonton tayangan hiburan yang baik.
(Nurul Ahmad, NIM: 13410234)
Wasalamualaikum Wr. Wb
Assalamualaikum Wr. Wb
BalasHapusmenurut saya hampir sama dengan pendapat yang lain, TV merupakan media yang sangat mempengaruhi perkembangan pola pikir warga negara indonesia, tetapi tak bisa di pungkiri yang berhasil mempengaruhi adalah hampir semua yang berbau-bau negatif, maka dari itu jangan menjadikan TV sebagai nasi bagi orang-orang sekitar kita. ini yang merupakan tugas para pejuang masa depan, kita harus mulai dari kita sendiri kemudian membawa orang lain ikut dengan kita guna berkepribadian yang kokoh agar tak mudah di pengaruhi media massa seperti contoh TV yang telah dipaparkan di atas dengan membawa pengaruh miring bagi masyarakat luas. selain itu, mulailah dari saat ini bergerak untuk menciptakan TV yang menarik dan pengaruh positif bagi bangsa, kalaupun tak sanggup bangunlah orang di sekitar kita untuk mengambil hal-hal yang pantas di tarik untuk kehidupan, kaluapun tak sanggup lagi, tanamkan pada kelurga kita. kalaupun masih tak sanggup juga, maka bertindaklah dengan diri sendiri dengan mengambil hikmah-hikmah yang positif dari TV.
saifudin zuhry /13410118/E
Wasalamualaikum Wr. Wb
Assalamu'alaikum Wr. Wb
BalasHapusTelevisi memang media yang menarik yang disukai segala usia. Menurut saya memang pada saat ini banyak tayangan televisi yang bisa dikatakan tidak layak ditonton, apalagi ditonton oleh anak-anak, karena televisi memberi pengaruh yang besar bagi kepribadian diri seseorang . Tak sedikit acara yang ditayangkan mengandung unsur-unsur yang kurang baik misalnya dari model pakaian yang lebih ke modernitas, kata-kata yang tak sesuai dengan bahasa kita,sikap tingkah laku adegan yang ditampilkan dan itu semua bisa berdampak sangat buruk jika tidak adanya bimbingan orang tua,sedangkan dalam faktanya tontonan yang bersifat pendidikan sendiri hanya beberapa dan terhalang pula oleh waktu aktifitas anak-anak pada umumnya. Sebagian besar waktu anak-anak menonton televisi pada saat sesudah waktu shalat maghrib, pada saat itulah tayangan-tayangan yang mempertontonkan hal-hal yang positif sangat jarang sekali terlihat, bahkan lebih banyak sekali tayangan-tayangan yang tidak mendidik. Dalam hal ini peranan orang tua atau pihak keluarga harus bisa mengatur waktu untuk anak-anaknya belajar, sesibuk apapun kegiatan orangtua luangkan sedikit waktu untuk mendidik dan membimbing anak.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Wahib Johari
13410203
Assalamu'alaikum Wr Wb
BalasHapusTelevisi sebagai sarana komunikasi utama bagi sebagian besar masyarakat dapat sangat bermanfaat sebagai sarana pendidikan, karena melalui televisi yang menyiarkan tayangan yang berhubungan dengan pendidikan , dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan menarik. Melalui televisi pula, masyarakat dapat memperoleh informasi dan menikmati hiburan. Namun, saat ini banyak tayangan televisi dengan fungsi menghibur saja, tidak sampai fungsi mendidik. Akibatnya, banyak tayangan televisi dengan mutu rendah yang menghibur namun justru menjauhi bahkan bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kualitas program televisi yang ditayangkan, terlebih lagi bagi orang tua, hendaknya lebih selektif dalam memilih tayangan yang ditonton oleh anak dan mendampingi serta memberi bimbingan bagi anak saat menonton tayangan tersebut.
Wassalamu'alaikum
Fitrotun Najizah
13410230
TV merupakan media informasi yang sangat mudah ditemukan, hampir di setiap rumah memiliki media ini. Namun sangat disayangkan jika akhir-akhir ini tayangan TV hanya menayangkan program-program yang kurang mendidik, apalagi jika program-program yang ditayangkan tersebut dilihat oleh anak-anak yang belum sesuai dengan umurnya, maka bisa jadi dapat berakibat buruk bagi anak tersebut karena terpengaruh oleh tayangan yang disaksikannya. Disinilah peran orang tua untuk mendampingi anaknya dalam menyaksikan program di TV, orang tua juga harus memilihkan program yang sesuai dengan tingkat umur anaknya, agar informasi yang didapat dari TV mampu mmberikan wawasan bagi anaknya. Program-program TV hendaknya lebih mengutamakan unsur pendidikan dari pada mengedepankan acara hiburan yang di dalamnya hanya mengandung unsur tontonan bukan tuntunan.
BalasHapusTrimakasih
Khotimah.. 13410147